• MTS MA'ARIF NU 1 PEKUNCEN
  • MADRASAH MAJU BERMUTU MENDUNIA

PETUALANGAN PANCA CINTA

Senin, 9 Februari 2026 - Telah dilaksanakan kegiatan Pelatihan Diseminasi Implementasi Kurikulum Berbasis Cinta (PETUALANGAN PANCA CINTA) bertempat di MTs Ma’arif NU 1 Pekuncen, yang diselenggarakan di wilayah kepengawasan Charis Munandar dan diikuti oleh 47 peserta dari satuan pendidikan:

  • MTs Ma’arif NU 1 Pekuncen

  • MTs Nurul Iman Cikembulan – Pekuncen

  • MTs Muhammadiyah Pekuncen

  • MA Muhammadiyah Pekuncen

Kegiatan ini merupakan bagian dari penguatan pendidikan karakter peserta didik melalui penanaman nilai-nilai keimanan, akhlak mulia, kecintaan terhadap ilmu pengetahuan, kepedulian sosial, serta kepedulian terhadap lingkungan. Kegiatan berlangsung dengan lancar, tertib, dan penuh antusiasme dari seluruh peserta.

Pelaksanaan kegiatan diawali dengan pembukaan, sambutan, dan doa. Dalam sambutannya, Pengawas Madrasah Kementerian Agama Kabupaten Banyumas, Charis Munandar, S.Ag., M.Pd, menyampaikan bahwa tujuan dilaksanakannya Diseminasi Implementasi Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) adalah untuk membentuk peserta didik yang beriman dan berakhlak mulia, mencintai ilmu pengetahuan, peduli terhadap sesama dan lingkungan, serta memiliki karakter kuat untuk berkontribusi positif bagi masyarakat.

Adapun materi yang disampaikan dalam kegiatan ini meliputi lima tema utama, yaitu:

1. Cinta Allah dan Rasul-Nya

Pada materi ini, Dani Mei Rizki, S.Pd.I (MTs Ma’arif NU 1 Pekuncen) menjelaskan bahwa cinta kepada Allah dan Rasul-Nya merupakan fondasi utama dalam Kurikulum Berbasis Cinta. Pendidikan harus berangkat dari penguatan iman, pembiasaan ibadah, dan keteladanan akhlak. Guru berperan menanamkan nilai spiritual tidak hanya melalui teori, tetapi juga melalui budaya madrasah dan keteladanan sehari-hari.

2. Cinta Ilmu

Vian Maulani, S.Pd (MTs Muhammadiyah Pekuncen) menjelaskan bahwa cinta ilmu berarti menumbuhkan semangat belajar yang lahir dari kesadaran dan rasa ingin tahu, bukan karena paksaan. Ilmu dipahami sebagai cahaya yang membimbing kehidupan, sehingga guru perlu menciptakan suasana pembelajaran yang menyenangkan, partisipatif, dan bermakna.

3. Cinta Alam dan Lingkungan

Dwi Putri Rilisgius, S.Pd., M.Pd (MTs Nurul Iman Cikembulan – Pekuncen) menjelaskan bahwa cinta alam merupakan bentuk tanggung jawab manusia sebagai khalifah di bumi. Peserta didik diajak untuk menjaga kebersihan, melestarikan lingkungan, serta memahami bahwa merawat alam adalah bagian dari ibadah dan wujud rasa syukur kepada Allah SWT.

4. Cinta Diri dan Sesama Manusia

Dwi Desyana RS., S.Pt., S.Kom (MTs Ma’arif NU 1 Pekuncen) menjelaskan pentingnya membangun cinta diri secara sehat (self-respect dan self-confidence) serta menumbuhkan empati terhadap sesama. Pendidikan berbasis cinta harus menghadirkan lingkungan belajar yang aman, inklusif, saling menghargai, serta berorientasi pada pembentukan karakter.

5. Cinta Tanah Air

Rizki Febriana C., S.Pd.I (MA Muhammadiyah Pekuncen) menjelaskan bahwa cinta tanah air merupakan wujud rasa syukur atas identitas kebangsaan. Peserta didik didorong untuk memahami nilai-nilai kebangsaan, menghormati keberagaman, serta berkontribusi positif bagi masyarakat, bangsa, dan negara.

Selanjutnya, nilai-nilai Kurikulum Berbasis Cinta diintegrasikan dalam proses pembelajaran di kelas melalui pendekatan yang humanis, partisipatif, dan berorientasi pada pembentukan karakter.

Kepala MTs Ma’arif NU 1 Pekuncen menyampaikan bahwa implementasi Kurikulum Berbasis Cinta diharapkan mampu melahirkan generasi yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki karakter religius, moderat, berakhlakul karimah, serta mampu berkontribusi positif bagi masyarakat, bangsa, dan negara.

Melalui kegiatan ini, tiga kepala MTs dan satu kepala MA berkomitmen untuk mengimplementasikan program penguatan pendidikan karakter di lingkungan madrasah masing-masing serta mewujudkan madrasah yang ramah anak, inklusif, dan berbudaya cinta.

Seluruh rangkaian kegiatan berjalan dengan baik mulai dari pembukaan hingga penutupan

 

Komentari Tulisan Ini
Tulisan Lainnya
MTs Ma’arif NU 1 Pekuncen Melaksanakan Kegiatan PKKM Tahun 2025

Kamis, 11 Desember 2025 — Madrasah Tsanawiyah (MTs) Ma'arif NU 1 Pekuncen melaksanakan kegiatan Penilaian Kinerja Kepala Madrasah (PKKM) yang berlangsung di ruang utama madrasah.

19/01/2026 08:23 - Oleh Musta`id - Dilihat 52 kali
Adiwiyata

29/07/2025 11:38 - Oleh Musta`id - Dilihat 125 kali
Akreditasi MTs Ma'arif NU 1 Pekuncen Tahun 2021

Keluarga besar MTs Ma`arif NU 1 Pekuncen sangat berbahagia dikarenakan pengumuman hasil Re Akreditasi yang ditunggu–tunggu ternyata sangat menggembirakan, dengan turunnya Surat Ke

23/10/2021 09:11 - Oleh Yulianto - Dilihat 843 kali
MTs Ma'arif NU 1 Pekuncen Memperingati Harlah ke-53 dengan Cara Istighosah Bersama

Tanggal 1 April 1968 adalah hari kelahiran MTs Ma'arif NU 1 Pekuncen dan tanpa terasa usia MTs Ma'arif NU 1 Pekuncen sudah mencapai 53 tahun tepat pada hari Kamis, 1 April 2021. Un

02/04/2021 14:58 - Oleh Musta`id - Dilihat 1148 kali
PSBB Diperketat, Sekolah Jawa-Bali Dilarang Tatap Muka

Jakarta, CNN Indonesia --  Pemerintah pusat melarang kegiatan belajar tatap muka di sekolah di seluruh Pulau Jawa dan Bali sepanjang 11-25 Januari. Ke

01/02/2021 16:35 - Oleh Musta`id - Dilihat 615 kali